SEMARAKKAN IBADAH DI RUMAH CIPTAKAN RAMADHAN PENUH BERKAH

Rabu, 22 April 2020/ 29 Sya’ban 1441 H

Sebagai sekolah Islami, Sekolah Bakti Mulya 400 dengan gembira menyambut datangnya bulan Ramadan. Karena itu pada hari Rabu, 22 April 2020 pada pukul 16-17.30 WIB diadakan pengajian sambut Ramadhan. Kegiatan tahunan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Maklum dengan adanya musibah Covid-19, semua kegiatan dilaksanakan dari rumah. Demikian pula pengajian ini berlangsung secara teleconference, peserta mengikuti acara dari rumah masing-masing.

Pengajian yang betema “Semarakkan Ibadah Di Rumah Ciptakan Ramadhan Penuh Berkah” berlangsung khidmat. Peserta terdiri dari pengurus yayasan, pelaksana harian, dewan guru, orang tua dan perwakilan siswa. Adapun susunan acara pengarahan, dzikir, tadarus dan tausyiah.

Pengarahan kegiatan Ramadhan  disampaikan Ketua Pelaksana Harian (KPH) YBKSP Bakti Mulya 400, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si. Dalam sambutannya KPH menyampaikan kegiatan ini merupakan program pembukaan program Ramadhan yang dilaksanakan di semua jenjang dengan target khatam Al Qur’an pada akhir Ramadhan.

“Dalam situasi sekarang dimana kegitan berbasis di rumah, bulan Ramadhan merupakan cara meningkatkan kualitas hubungan pribadi  dengan Allah SWT, meningkatkan hubungan sosial terutama mempererat dengan anggota keluarga” demikian lanjut Sutrisno.

Pada bagian lain Jonacta Yani (Yongky) Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FKOM) berharap dengan suasana pandemi dan bulan Ramadhan tidak mempengaruhi semangat belajar para siswa. Sebagaimana ditunjukkan dalam kegiatan home learning yang sudah berlangsung satu bulan ini. Guru-guru Sekolah Bakti Mulya 400 telah bertugas dengan efektif untuk menciptakan kegiatan belajar.

Acara selanjutnya yakni tadarus Al Quran dimulai surat Al Fatihah dan awal Surat Al Baqarah. Tadarus dipandu oleh Syeh Essam Al Mezgagy, dengan suara syahdu. Dengan lantunan suara tersebut semua peserta mengikuti dengan khusu’. Syeh Essam merupakan guru tahfiz Sekolah Bakti Mulya 400 dari Yaman yang juga imam masjid Sunda Kelapa.

Acara inti berupa tausyiah disampaikan Dr. Asep Syarifuddin Hidayat, SH. MH. Dalam tausyiah tersebut menyempaikan beberapa hal. Pertama, mengingatkan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan untuk meraih takwa. Kedua terkait wabah Covid 19 adalah bagian ujian diantara ujian kelaparan, kehilangan harta benda. Hal tersebut merupakan bagian untuk menguji kesabaran manusia.

Lebih lanjut Asep Syarifuddin mengingatkan, apa yang terjadi dalam bencana ini terjadi karena ada perbuatan manusia. Oleh karena itu hal seperti ini bisa dijadikan wahana untuk melakukan sejumlah introspeksi. Lebih lanjut hal tersebut untuk bergegas memperoleh ampunan dan surga Allah SWT. Bulan Ramadhan merupakan sarana dari Allah untuk perbaikan diri manusia. Untuk itu pada saat puasa nanti lakukan tiga Q, yaitu qillatul to’am (sedikit makan), qillatul kalam (sedikit bicara untuk hal-hal yang tidak perlu) dan qillatul manam (sedikit tidur). Dengan demikian Ramadhan adalah sarana mencapai kebahagiaan yang hakiki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *