SEKOLAH BM 400, BECOMING GLOBAL ENTERPRENEUR

Sekolah Bakti Mulya 400 kembali menyelenggarakan CEO And Studentpreneur Talk. Acara tersebutberlangsug pada Jumat, 5 Maret 2021 pukul 13.15 -15.15 WIB yang mengusung tema “Becoming Global Enterpreneur”. Keilla Thalita Alea, siswa kelas X SMA Bakti Mulya 400 berhasil memandu acara dengan suasana milenial dan lancar. Sedangkan peserta kegiatannya adalah siswa SMP dan SMA Bakti Mulya 400  dan undangan dari sekolah-sekolah lainnya.

Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si. Ketua Pelaksana Harian (KPH) Bakti Mulya 400 mengawali pembicaraannya dengan mengutip buku Robert Kiyosaki: Why “A” Students Work for “C” Students. Buku tersebut mengulas mengapa mereka yang memiliki nilai A bekerja untuk mereka yang memiliki nilai C. Sutrisno menandaskan: “untuk menjadi pengusaha yang sukses tak harus memiliki nilai akademik yang luar biasa, namun orang biasa-biasa saja, bahkan yang kurang beruntung sekalipun bisa sukses menjadi pengusaha sukses”

Sutrisno mengingatkan, bukan berarti orang sukses itu tidak pintar. Namun untuk menjadi orang yang sukses perlunya mengelola kepintaran dengan benar.

Karena banyak orang yang pintar cenderung bersifat individual, sombong dan terlalu banyak perhitungan. Maka dari itu, Sutrisno menekankan: “kalau kita pintar itu modal yang luar biasa, oleh karenanya belajarlah untuk bekerjasama dengan orang lain sekaligus memutuskan sesuatu secara cepat berdasarkan intuisi”.

Sutrisno melanjutkan, bahkan banyak tokoh-tokoh besar yang justru terlahir dari keluarga yang kurang beruntung, tidak mampu atau malah broken home. Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh sebagai pembicara utama pada acara tersebut sejak kecil juga seorang yatim. Oleh karena itu Sutrisno berharap kepada seluruh siswa bila mereka sekarang berada pada keluarga yang mapan, maka itu modal untuk bisa lebih sukses di kemudian hari.

Baca Juga : SMP BM 400: SAAT PANDEMI TERUS CHARITY

Pada kesempatan sebagai narasumber utama Dato’ DR. H. Md. Radzi Saleh (Dato Radzi) Presiden Direktur K-Link Indonesia memaparkan kiat dan kisah hidupnya sebagai seorang enterpreneur dunia. K-Link merupakan perusahaan produk kesehatan yang memiliki cabang di berbagai negara di Asia.

Dalam awal penyajiannya, Dato Radzi menjelaskan apa yang dimaksud sebagai negara maju jika dilihat jumlah oarng yang menjadi pengusaha.

Negara maju adalah bila jumlah pengusaha 10-14% dari total penduduk negara tersebut. Jika penduduk Indonesia sekarang 270 juta berarti seharusnya 27 juta menjadi pengusaha. Namun faktanya jumlah pengusaha Indonesia masih kecil yaitu sekitar 3,47%. Bahkan jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya juga masih ketinggalan. Prosentase pengusaha negara tetangga, Malaysia 4,74%, Singapura 8,67% dan Thailand 4,26%.

Oleh karena itu Dato Radzi mengajak kepada semua siswa Sekolah Bakti Mulya 400 untuk mulai menjadi pengusaha. Untuk menjadi pengusaha atau berbisnis bukan dimulai dari menjual sesuatu tapi dimulai dari berbagi sesuatu. “Kalau ingin menjadi pengusaha yang sukses maka mulailah dengan memberi, dan saat kita memberi seseorang maka berilah yang terbaik, berikan service yang terbaik”, ungkap Dato Radzi.

Selanjutnya Dato Radzi juga memaparkan agar menjadi pengusaha yang sukses maka perlu melakukan beberapa hal:

Baca Juga : FATHER’S DAY KB/TK BM 400: MENGAJAK AYAH SEBAGAI MITRA BELAJAR

Pertama, selalu menjaga kepercayaan pelanggan dan penuhi tanggungjawab. Hal inilah yang menyebabkan K-Link membangun  K-Link Tower suatu gedung perkantoran megah dengan 25 lantai di Jakarta yang digunakan untuk pusat layanan pelanggan di Indonesia.

Kedua, Jangan bimbang dan jangan takut gagal. Karena memiliki pengetahuan akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan pengalaman. Dato Radzi sudah menjadi wirausaha sejak berusia 28 tahun, pernah gagal  selama 20 tahun dan baru sukses 15 tahun.

Ketiga, Ikuti demand pasar yang ada, contohnya sekarang orang ingin sehat maka buatlah produk kesehatan. Juga jangan lawan pasar, sesuaikan trend pemasaran modern. Contohnya sekarang yang cocok adalah digital marketing, lakukan digital online marketing.

Keempat. Pililah mentor yang bisa membimbing menjadi orang sukses, buatlah jaringan yang luas dan kuat serta libatkan banyak anak muda yang kreatif dan inovatif agar menjadi perusahaan berkembang menjadi sekala yang lebih besar

Dato Radzi juga menyampaikan bahwa sebagai pembicara di luar perusahaan K-Link, baru pertama kali ini membagi tips dengan siswa sekolah, yaitu Sekolah Bakti Mulya 400. Hal demikian membuat Dato Radzi membagi pengalamannya dengan penuh semangat dan mengalir deras.

Dalam memberikan summery, Faransyah Jaya atau yang lebih popular dipanggil Coach Faran, Founder Wiranesia Foundation menekankan bahwa untuk menjamin kepuasan pelanggan maka produk menjadi kunci utamanya. Jadi untuk siswa yang sedang berwirausaha buatlah produk yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *