Kurikulum

Sekolah Bakti Mulya 400 menerapkan tiga kurikulum: Islam, Nasional dan Internasional

Kurikulum Islam

Agama Islam menjadi dasar pengembangan pendidikan di Bakti Mulya 400 yang dipraktekkan sehari-hari oleh semua warga sekolah.

Tujuan pendidikan keagamaan untuk menanamkan aqidah keislaman dan ketakwaan. Dengan demikian akan terbentuk lulusan yang memiliki hubungan harmonis kepada Allah SWT (habluminallah). Selain itu pendidikan keagamaan juga bertujuan untuk membentuk akhlak mulia kepada seluruh peserta didik. Dengan demikian akan terbentuk lulusan yang memiliki hubungan harmonis degangan sesama manusia (habluminannas).

Pendididikan tersebut dilaksanakan dengan memberi teladan, pembiasaan dan pengajaran. Keteladan dan pembiasaan dimulai dari budaya sapa, salam, senyum, sopan dan santun di lingkungan sekolah. Pembentukan akhak mulia juga dilaksanakan untuk membiasakan kalimah toyyibah, tawakkal, syukur, sabar, fastabikul khoirat, amar ma’ruf nahi munkar, birrul walidaini dan dzikrullah.

Pendidikan keagamaan dengan cara pengajaran dilaksanakan pengembangan muatan keagamaan dan kegiatan keagamaan. Muatan keagamaan dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah di atas standar nasional. Dengan demikian terdapat muatan Pendidikan Agama Islam, Al Qur’an dan Fiqih. Sedangkan kegiatan keagamaan dilaksanakan melalui berbagai macam kokurikuler dan ekstrakurikuler.

 

Kurikulum Nasional

Sekolah Bakti Mulya 400 menerapkan semua standar nasional pendidikan. Kurikulum nasional diterapkan dalam kerangka mengembangkan potensi peserta didik secara holistik. Peserta didik dibimbing agar memahami potensi dirinya yang utuh. Dengan demikian mereka akan memiliki keseimbangan antara kecerdasan personal, intrapersonal, intelektual, emosional dan spiritual.

Peserta didiik juga dipupuk rasa ingin tahunya agar terbentuk kemandirian untuk belajar mandiri. Siswa dibimbing agar memperoleh keterampilan belajar untuk mempelajari sesuatu (learning to learn).  Dengan demikian diharapkan akan menciptakan peserta didik yang memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar seumur hidup (life long education).

Untuk mencapai hal tersebut Sekolah Bakti Mulya 400 melakukan diferensiasi, adopsi dan adaptasi kurikulum. Diferensiasi kurikulum dilaksanakan untuk  memberikan layanan pembelajaran kepada peserta didik yang memimiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sedangkan adopsi dan adaptasi kurikulum dilaksanakan untuk memberi muatan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

 

Kurikulum Internasional

Sekolah Bakti Mulya 400 menyadari tuntutan pendidikan abad 21. Karena itu sekolah menyiapkan peserta didik yang memiliki kompetensi yang diselaraskan sesuai dengan tuntutan dunia global. Kompetensi yang dikembangkan di sekolah agar tercipta profil lulusan yang kreatif, inovatif, komunikatif, kolaboratif dan berwawasan global.

Untuk maksud tersebut maka kompetensi siswa dikembangkan agar memiliki literasi bahasa asing dan teknologi informasi. Penguasaan bahasa internasional menjadi kompetensi wajib yang dimiliki oleh peserta didik mulai dari tingkat pra sekolah sampai sekolah menengah atas. Demikian pula teknologi informasi merupakan bahasa penting untuk komunikasi abad digital, karenanya perlu dikuasai semua peserta didik.

Dalam mencapai standar internasional, Sekolah Bakti Mulya 400 bekerjasama dengan Cambridge Assessment International Education. Untuk level SD menerapkan ujian akhir elementary checkpoint. Untuk level SMP menerapkan ujian akhir IGCSE. Untuk level SMA menerapkan ujian akhir As Level.

Selain hal itu, sekolah juga memberikan pengalaman langsung untuk berkolaborasi dan berpartisipasi pada forum internasional. Hal ini dilakukan dengan melibatkan peserta didik pada kompetisi lintas negara, misi budaya dan afiliasi kegiatan organisasi internasional untuk saling pemahaman sebagai warga dunia.