BM 400 Students Talkshow: Sains di Era Global

Dr Sutrisno Musimin MSi dalam acara BM 400 Student Talkshow “Going Global with Science” yang dilaksanakan pada Jumat (11/3).

JAKARTA – Students Talkshow Sekolah Bakti Mulya 400 (BM 400) kembali digelar pada Jumat (11/3) dengan mengusung tema “Going Global with Science” yang diikuti oleh para murid dan guru Sekolah BM 400.

Sebagai penyaji pada kegiatan tersebut adalah tim siswa SMP Bakti Mulya 400 yang mendapatkan medali pada ASEAN+3 Student Camp and Teacher Workshop for the Gifted in Science.

Kompetisi tersebut berlangsung pada 8-16 Januari 2022 lalu, diselenggarakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi Korea Selatan serta Korea Foundation for the Advancement of Science and Creativity (KOFAC).

Students Talkshow dibuka oleh sambutan dari Ketua Pelaksana Harian (KPH) Sekolah Bakti Mulya 400, Dr Sutrisno Muslimin MSi.

Dalam sambutannya, Dr Sutrisno memberi apresiasi kepada siswa yang menjadi juara di forum internasional, sekaligus mendorong siswa untuk terus meningkatkan kompetensi di era global.

“Anda harus masuk ke dalam pembelajaran-pembelajaran yang lebih tinggi kualitasnya, salah satunya Anda harus bisa berkomunikasi dengan siapapun (di forum nasional maupun internasional),” tuturnya.

Oleh karena itu Dr. Sutrisno memprogramkan untuk membuat forum komunikasi yang mengundang tokoh-tokoh nasional ke acara students talkshow BM 400 agar terjalin dialog dengan tema yang mutakhir.

Deandra Natania K.R. dari SD BM 400 sebagai pemandu acara Students Talkshowshow “Going Global with Science”
Tiara Salsabila dari SMA BM 400 sebagai moderator acara Students Talkshowshow “Going Global with Science”

Acara ini dipandu oleh Tiara Salsabila dari SMA BM 400 selaku moderator dan Deandra Natania K.R. dari SD BM 400 sebagai pembawa acara.

Tim Beryllium SMP BM 400 yang mewakili sekolah pada ASEAN+3 Student Camp for the Gifted in Science menjadi narasumber dalam Students Talkshowshow BM 400.

Sedangkan siswa SMP BM 400 yang menjadi narasumber  adalah Alif Radityo Cahyo Putro, Narella,  Asya Syadina, Akila Ramadhani dan Varisha Ramadhina Muhaimin. Mereka tergabung  dalam tim yang diberi nama Beryllium.

Narella mengungkapkan bahwa dia dan teman-temannya sangat antusias dan termotivasi saat mengikuti lomba  virtual yang diikuti oleh lebih dari 120 siswa di Kawasan Asia Tenggara, Korea Selatan, Jepang, dan China tersebut.

“Kompetisi tersebut secara keseluruhan sangat menyenangkan. Kami semua sangat kompak sebagai satu tim,” ungkap Narella.

Sejalan dengan Narella, Varisha mengungkapkan bahwa dia merasa beruntung dapat berkompetesi dalam ajang internasional.

“Awalnya saya tidak tahu jika kompetisi ini berhadiah atau akan ada medali dan sebagainya. Jadi saya cukup terkejut sekaligus bangga dengan tim saya ketika kami bisa mendapatkan medali,” tutur Varisha.

Selain kegiatan tanya jawab, para peserta students talkshow kali ini juga melakukan eksperimen mendeteksi warna objek sekitar menggunakan aplikasi yang tersedia di gadget peserta.

Dengan demikian acara menjadi lebih interaktif karena peserta bisa mendeteksi spektrum warna benda di sekitar mereka.

Baca juga : Studentpreneur Talk Sekolah BM 400: Sisi Kemanusiaan dan Bisnis Rumah Sakit

Sebagai penutup, Edy Hermawan MSc selaku guru mata pelajaran sains Sekolah BM 400 juga turut mengapresiasi prestasi dan kerja keras yang diberikan oleh tim siswa SMP BM 400 dalam ajang kompetisi sains internasional.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada tim SMP BM 400 yang telah mengikuti kompetisi internasional. Pastinya hal tersebut membutuhkan kerja keras dan ketekunan tersendiri,” ucapnya.

Karena sains tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari, Edy Hermawan memberi saran kepada seluruh siswa agar pemahaman kepada sains perlu dipupuk dengan cara menjawab pertanyaan yang berada disekeliling kita. Dengan demikian, lanjutnya, sains akan menjadi alat untuk membantu memecahkan masalah sehari-hari.

Seperti pada masyarakat negara maju yang ditandai tingginya pemahaman sains mendorong tingginya inovasi.