BELAJAR DARI PANDEMI COVID-19

Unik. Ditengah pandemi Covid-19, peringatan Hari Pendidikan Nasional Sekolah Bakti Mulya 400 berlangsung secara live straming. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 pukul 09.30-11.00 WIB melalui teleconference yang disiarkan channel You Tube sekolah.

Acara diisi webinar yang menampilkan DR Sutrisno Muslimin MSi, Ketua Palaksana Harian (KPH) Bakti Mulya 400. Tema webinar tersebut selaras dengan tema Kementrian Pendidikan Nasionan yaitu “Belajar dari Pandemi Covid 19”

Acara berlangsung dengan lancar dipandu oleh moderator, Rike Anwari, S.Si, Kepala SMP Bakti Mulya 400. Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 500 peserta berasal dari unsur pengurus yayasan, guru, karyawan, orang tua siswa bahkan masyarakat luas pemerhati pendidikan. Tidak hanya praktisi dari kota Jakarta, juga hadir dari Bogor, Makasar dan Banjarmasin

Dalam mengawali seminar Sutrisno Muslimin mengulas bahwa pandemi COVID-19, atau coronavirus, telah mengungkapkan banyak kelemahan dalam sistem global. Virus ini telah mampu mengisolasi kita semua di rumah. Pertanyaannya sekarang adalah: apakah akan terjadi setelah ini? Apakah akan menjadi titik balik penting dalam sejarah dunia? Atau, begitu kita melewati periode ini, kita kembali seperti semula? Tentu saja tidak, semuanya akan berbeda.

Kenyataannya dunia berubah kurang dari dua minggu Ketika manusia mengurangi aktivitasnya, alam lebih baik, udara lebih bersih dan indah. Ada pesan moral bahwa manusia perlu lebih baik dalam memanfaatkan sumber daya alam. Agar alam juga memberikan dampak positif pada kita.

Demikian pula dalam bidang pendidikan. Pembelajaran sekolah berevolusi menjadi home learning. Pada masa pandemik ini menunjukkan masa transisi dimana teknologi mampu menjadi perantara yang baik utuk membuat pembelajaran menjadi lebih efektif. Bisa diramalkan institusi pendidikan, pengelola akademik, guru atau siswa yang tidak dapat beradaptasi tidak akan memiliki tempat untuk di masa depan

Sutrisno Muslimin menekankan “Selama ini kita berfikir bahwa posisi guru tidak bisa digantikan oleh teknologi, ternyata teknologi justru menyelematkan pendidikan dan menjadi belahan jiwanya, karena itu.  Mau tidak mau kita harus belajar”.

Acara ini menjadi menarik karena juga menampilkan sebagian karya siswa sekolah Bakti Mulya 400 selama kegiatan home learning yang telah dilakukan sejak bulan Maret 2020. Rupanya kegiatan kegiatan home learning tidak membatasi guru dan siswa dalam berkreasi.

Belajar dari Covid 19 juga menumbuhkan empati seperti ekspresi yang ditunjukkan oleh kelompok siswa SMP Bakti Mulya 400 dengan cover lagu “Demi Raga yang Lain” .  Lagu tersebut telah tercipta atas arahan guru musik, Reza Fajrin dengan siswa-siswi yaitu Munawir Hadizia Hazel Haras, Nafeesha Audrey, May Eliza Hasyati (Eliza), Mosqueiere Azhurra (Qiera), Hekhlin Putri Noviza (Hekhlin), Keisha Zahra Wibowo (Keisha), Qaniya Tsabita (Qia), Ayesha Rahmadianti Daniswara (Danis) dan Reva Zahra (Reva). Meskipun mereka menyanyi dan bermusik dari rumah masing-masing namun peasan moralnya begitu kuat untuk dukungan para tenaga medis dan dokter di medan tugas.

Siswa lain bernama Elora dari SD Bakti Mulya 400, juga menghadirkan karya musikalisasi puisi “Asa untuk Indonesia” . Karya yang merupakan kolaborasi dengan Ibu Rosa, ibundanya, menunjukkan kerjasama mutual dalam belajar di rumah. Dalam ungkapan Elora yang meneyntuh menyampaikan pesan tentang harapan doa untuk Indonesia agar mampu menghadapi Covid-19 dengan daya juang untuk kemenangan.

Dalam closing stament, Sutrisno Muslimin menyampikan bahwa pandemik adalah cobaan untuk dapat mengangkat derajat bagi mereka yang mampu mengambil hikmahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *